YOGYAKARTA, 10 JULI 2026 — Atmosfer panas Kejuaraan Mini Soccer Piala Presiden 2026 di Jogja Expo Center (JEC) tidak hanya menyajikan pertarungan sengit para talenta grassroot Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Guna Bangsa Yogyakarta secara khusus menerjunkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) multidisiplin untuk mengawal jalannya turnamen melalui manajemen cedera terpadu dan sistem Liaison Officer (LO) Kesehatan
3 Fakta Menarik Akselerasi Tim Medis di Piala Presiden 2026
Garda Terdepan Penanganan < 2 Menit
Mengantisipasi tingginya benturan fisik seperti sprain (terkilir), strain (otot menarik), hingga memar, tim medis lapangan mencatatkan response time tanggap di bawah 2 menit mengandalkan standar protokol PRICE (Protect, Rest, Ice, Compress, Elevate)
. LO Kesehatan & Tracking Digital 100%
Bukan cuma sekadar pertolongan pertama, sistem LO Kesehatan sukses mengintegrasikan alur komunikasi antara panitia, pelatih, hingga orang tua
. Hasilnya, 100% data riwayat cedera (injury log) terekam real-time untuk menjadi rekam medis klub/akademi masing-masing . Edukasi "Stop Urut Semarang" pada Cedera Akut
Tim PkM membagikan Buku Saku Panduan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga kepada para pelatih tim guna menghentikan kebiasaan keliru, seperti pemijatan (massage) langsung pada cedera otot akut yang justru membahayakan karier atlet muda
.
Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu
Di balik suksesnya program athlete safety protocol ini, ada sinergi solid tim dosen dan akademisi lintas bidang
Dika Rizki Imania, SSt.Ft., M.Fis. (Ketua Tim / Pakar Fisioterapi)
Wing Umi Latifah, S.Ft., Ftr., M.Kes. (Fisioterapi Olahraga)
Widiani Retnaningsih, ST.FT., Ftr., M.Kes. (Fisioterapi)
Bagus Dwi Hendrawan, S.Or., M.Or. (Ilmu Keolahragaan)
Zulita Fismasari, S.Kep., M.Psi. (Keperawatan & Psikologi)
Wisnu Budi Waluyo, S.IP., M.Sc. (Kebijakan Publik & Komunikasi)
Inisiatif STIKES Guna Bangsa Yogyakarta ini menjadi standar baru dalam penyelenggaraan kompetisi usia dini di Indonesia—bahwa prestasi gemilang harus selalu berjalan selaras dengan keselamatan fisik atlet